Komunikasi Kunci Kehangatan Hubungan Suami Istri

SEMARANG. Perasaan senang saat mendapat predikat sebagai ibu baru. Peran baru tentu diikuti kesibukan baru.

Bagi sebagian ibu, berhubungan intim setelah melahirkan mungkin kegiatan yang enggan dilakukan.

Perubahan kondisi fisik dan emosional lumrah dirasakan ibu. Ibu sudah lelah mengurus bayi, menyusui, membersihkan rumah kadang tidak merasa bergairah selama berhubungan intim.

“Faktor hormon sangat berpengaruh mood,” kata Ketua AIMI Jawa Tengah, Rachmadhani, di Semarang, belum lama ini.

Ibu melahirkan baik alami maupun operasi caesar akan mengalami pengalaman berbeda. Normalnya, usai masa nifas hubungan intim bisa kembali dilakukan. Namun, kembali lagi ke kondisi masing-masing setiap ibu.

Di sisi lain, kondisi psikologis ayah yang belum siap karena tidak tega melihat kondisi ibu.

“Bisa jadi ayah mengalami trauma ketika mendampingi istri melahirkan,” paparnya.

Jika tidak dikomunikasikan, bisa jadi ibu merasa kurang percaya diri mengenai bentuk tubuh. Padahal tidak seperti itu.

Kondisi seperti ini membutuhkan komunikasi antar suami istri. Pentingnya komunikasi ini untuk menjembatani kebuntuan dan meminimalisir masalah di kemudian hari.

Selain itu, komunikasi akan menyamakan persepsi antara suami istri. Untuk membangkitkan gairah seksual merupakan tugas bersama. Dalam hal ini, istri tidak perlu sungkan menggoda suami.

“Misalkan, kenakan lingerie atau sentuhan-sentuhan ringan saat mengurus bayi,” papar ibu tiga anak ini.

Kembali berkencan bisa disepakati berdua dan melibatkan keluarga besar. Ada orang dewasa lain yang bisa dititipi bayi jika ingin berkencan di luar dalam beberapa jam.

Keterbukaan juga akan menyangkut aktivitas di ranjang. Berbagai gaya baru bisa dicoba atau istri ingin memerlukan suasana baru karena jenuh di rumah bisa dikomunikasikan.

“Karena tentu saja tidak sebebas sewaktu belum ada bayi, kecuali bayi sudah tidur di kamar lain,” katanya.

Berbicara seks antar suami istri bukanlah tabu. Beragam tantangan ini bisa diatasi bersama. Jika dirasa komunikasi buntu bisa mencari bantuan profesional.

“Kalau menurut saya, masalah seperti ini tidak selalu pas bila dibicarakan dengan anggota keluarga yang lain, karena belum tentu value tentang seks sama,” ujarnya.

Sejatinya, keintiman suami istri tidak selalu langsung ke arah intercourse. Kebutuhan setiap pasangan suami istri berbeda. Bercanda ringan, mengenang romantisme masa pacaran dan aktivitas lainnya akan menggelorakan rasa cinta lagi.

“Cinta harus dipelihara. Hubungan seks adalah ekspresi cinta yang sakral yang harus dibicarakan berdua. Kalau tidak dibicarakan dikhawatirkan akan kehilangan keintiman dalam sebuah keluarga,” pungkasnya. hendrati

Facebook Comments
Ayo Berbagi Informasi :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *