Tahapan dan Prinsip Pemberian MPASI Sesuai Usia Bayi

Memasuki usia 6 (enam) bulan, bayi membutuhkan Makanan Pendamping ASI (MPASI). Bukan karena ASI sudah tidak bergizi, tapi karena kebutuhan energi bayi meningkat. Itu sebabnya di samping tetap diberikan ASI, maka bayi usia 6 bulan perlu mulai diperkenalkan pada makanan padat.

MPASI harus diberikan kepada bayi yang pertama kali belajar makan secara bertahap, baik jumlah maupun teksturnya. Seperti apa tahapannya?

  • Untuk bayi 6 bulan

Berikan bubur saring 1-2 kali per hari di pagi dan sore. Isi bubur saring boleh bervariasi mengacu pada pedoman gizi seimbang. Porsi sebanyak 2-3 sendok makan, tidak usah terlalu penuh sendoknya.

  • Untuk bayi 6-8 bulan

Seiring berjalannya waktu, tingkatkan porsi MPASI. Pada usia 6-8 bulan, secara bertahap porsi makan bayi ditambah dari 2-3 sendok makan menjadi 1/2 cangkir atau mangkok (125 ml).

  • Untuk bayi 9-12 bulan

Pada usia 9-12 bulan, jumlah takaran MPASI dinaikkan dari 125 ml sampai menjadi 250 ml. Tidak usah terburu-buru, tetap tingkatkan secara bertahap.

***

Dalam pemberian MPASI, orangtua dianjurkan memberikan MPASI rumahan (homemade). Prinsip dasarnya adalah mengenalkan bayi sebanyak mungkin bahan pangan, terutama bahan pangan lokal, sejak belajar makan. Bayi harus dibiasakan makan menu keluarga.

Komposisi MPASI rumahan wajib mengandung “empat bintang”, yakni sumber karbohidrat, sumber protein hewani, sumber protein nabati (kacang-kacangan), dan sayur-buah. Sekali lagi, gunakan bahan lokal yang mudah diperoleh, diolah dan disajikan. Variasi makanan untuk bayi tidak usah mempersulit orangtua dalam menyediakannya, sediakan menu bagi bayi sama seperti menu keluarga pada umumnya.

Berdasarkan panduan MPASI dari badan kesehatan dunia (WHO) ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memberikan MPASI pada bayi/anak, yaitu prinsip AFATVAH. Akronim ini kepanjangannya:

  • Age (usia bayi)
  • Frequency (frekuensi MPASI),
  • Amount (jumlah takaran MPASI)
  • Texture (tekstur makanan MPASI)
  • Variety (jenis)
  • Active/responsive feeding (pemberian makan yang aktif-responsif)
  • Hygiene¬†(higienitas).

Energi kebutuhan bayi berbeda-beda antara satu bayi dengan bayi yang lain, sehingga tidak perlu stres membandingkan anak sendiri dengan anak tetangga. Bahkan, pada bayi yang sama, pada periode waktu yang berbeda, bisa saja kebutuhan energinya berbeda. Amatilah bayi dengan cermat, dan ciptakan pola pemberian makan yang responsif pada kebutuhan bayi.

===

Editor: Ellen Nugroho. Foto: arsip.

Facebook Comments
Ayo Berbagi Informasi :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *