Ini Perbedaan MPASI Alami dan Komersial

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Mengolah Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) alamiah dikatakan Pakar Gaya Hidup Sehat, Tan Shot Yen tidaklah merepotkan.

MPASI alami, lanjutnya, memiliki keunggulan dalam menunjang kesehatan secara alamiah serta zat gizi yang lebih utuh.

Tan Shot Yen juga mengatakan, ada perbedaan mendasar antara MPASI alami dan komersial. MPASI secara alamiah sendiri diyakini menunjang kesehatan alamiah dan mencakup zat gizi utuh. Pangan fungsional yang masih kaya akan tekstur, warna asli, rasa asli, sesuai musim, dan kearifan tradisi.

“Sedangkan MPASI komersial hanya memenuhi kebutuhan gizi yang tertera pada daftar komposisi. Zat gizi yang terkandung di dalamnya sudah terurai,” katanya disela acara Community Gathering Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Jateng, di Basilia, Jumat (18/11/2016).

Lebih lanjut, Tan memaparkan, cara mengolah MPASI yang akan diberikan kepada buah hati harus ditentukan dengan menu yang akan diberikan dalam sepekan.

“Atur bahan dalam wadah sesuai jadwal menu. Persediaan yang harus selalu ada meliputi ayam, telur, wortel, buncis dan kacang merah. Karena anak sendiri membutuhkan cakupan gizi seimbang karena anak bukanlah orang dewasa mini, sedangkan si anak sedang dalam masa tumbuh kembang baik fisik, emosi dan spiritual,” bebernya.

Makan dan memberi makan anak meliputi kebutuhan gizi memiliki tujuan untuk kebutuhan gizi, mendidik, komunikasi, dan memberi rasa nikmat. Untuk itu, katanya investasi kesehatan anak dimulai dari gizi pertama yaitu ASI dan MPASI.

“Anak tidak terpenuhi ke dua hal ini berisiko di kemudian hari seperti obesitas, gangguan perilaku, kolesterol tinggi, kekurangan mineral, zat besi dan asalm lemak esensial tak jenuh,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua AIMI Jateng, Rachmadhani mengungkapkan, gaya hidup sehat alami mesti dimulai sejak dini. Mulai dari memberikan ASI sebagai nutrisi terlengkap dan terbaik bagi bayi sampai makanan pendamping (MPASI) olahan rumah dari bahan pangan lokal.

“Masyarakat sekarang masih menggunakan empat sehat lima sempurna. Padahal, sudah tidak digunakan oleh Kemenkes 1994 dan beralih pada Pedoman Gizi Seimbang (PGS),” katanya.

PGS makanan sehat yang direkomendasikan WHO, makanan dari bahan lokal alamiah yang mudah dijangkau dan diolah oleh keluarga. AIMI Jateng menandai ulang tahun ke enam dengan mengusung tema InspirASI Alam dan ASIKnya Sehat Alami Sejak Bayi.

“Sedianya, acara akan dilaksanakan pada Minggu (4/12/2016) di Hotel Grasia. Rangkaian kegiatan dihelat mulai dari talkshow dan hiburan edukatif bagi keluarga Semarang dan sekitarnya,” pungkasmya. (*)

Sumber: TribunNews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *