Baru 60 Persen, Jateng Dorong Masyarakat Berikan ASI Eksklusif

TRIBUNJTENG.COM, SEMARANG — Ibu menyusui bayi secara eksklusif selama 6 bulan di Jawa Tengah saat ini dalam kisaran presentase 60 persen.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menyebut, kendati jumlah tersebut sudah berada di atas angka nasional, pemberian ASI secara eksklusif selama 6 bulan perlu terus ditingkatkan.

“Angka nasional baru sekitar 50 persen, kita sudah 60 persen. Tapi ini masih kurang, harus kita tingkatkan terus sampai akhirnya menjadi 100 persen,” kata Kabid Kesmas Dinkes Prov Jateng dr. Wahyu Setianingsih, M.Kes (Epid) usai on air di Radio Idola bersama Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Jateng dalam rangka pekan ASI se-dunia, yakni tanggal 1-7 Agustus ini.

Ia melanjutkan, mengingat pentingnya ASI bagi bayi, pihaknya terus berupaya melakukan edukasi kepada para ibu, keluarga dan seluruh elemen masyarakat.

Juga terus menjalin kerjasama baik dengan organisasi profesi, instansi, lintas sektor, dan lainnya.

“Kami mengedukasi masyarakat bahwa bagaimanapun yang terbaik adalah ASI eksklusif. ASI adalah makanan terbaik bagi bayi yang tak tergantikan. Edukasi kami berikan kepada seluruh masyarakat baik dari Dinkes Prov kabupaten/kota, PKK, Puskesmas, AIMI, tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, semua komitmen dan satu tujuan,” jelasnya.

Sementara itu, lanjutnya, Dinkes Prov sendiri juga turut mendorong seluruh instansi pemerintah swasta dan perusahaan-perusahaan untuk mendukung dan memfasilitasi pemberian ASI eksklusif ini melalui penyediaan ruang laktasi bagi ibu menyusui.

Sehingga tidak ada kesulitan dalam memberikan ASI.

“ASI makanan terbaik. Bayi dari dalam kandungan sudah terbiasa dengan makanan ibu sehingga pada saat lahir, bayi sudah bisa menerima ASI. Kalau diberikan susu formula menimbulkan resiko diare dan gangguan pencernaan yang akan menyebabkan munculnya gizi buruk dan stunting. Salah satu pencegahan gizi buruk dan stunting adalah dengan memberikan ASI,” imbuhnya.

Terpisah, Melati Puspaningtyas dari AIMI Jateng menjelaskan, dalam mendukung ibu menyusui di Jateng sendiri pihaknya melakukan program serta pendampingan kepada para ibu menyusui.

Pendampingan dilakukan sejak bayi di dalam kandungan hingga usia 2 tahun.

Kami lakukan pendampingan sedini mungkin. Kami juga ada beberapa program seperti kelas edukasi, home visit, bahkan sempat juga ada program dengan kader PKK. Itu memfasilitasi para ibu agar lancar menyusui,” paparnya. (idy)

Sumber: Tribunnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *